SELAMAT DATANG DI WEB BLOG PKPRI BOJONEGORO JAWA TIMUR INDONESIA

Kamis, 02 Juli 2026

PENGERTIAN KOLEKTIBILITAS

 +8                    Kolektibilitas adalah klasifikasi status kelancaran pembayaran angsuran (pokok dan bunga) utang atau kredit oleh debitur. Skor kolektibilitas menjadi cerminan rekam jejak riwayat pembayaran nasabah.Berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kolektibilitas dicatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan dibagi menjadi lima tingkatan:Kolektibilitas 1 (Lancar): Debitur selalu membayar cicilan pokok dan bunga tepat waktu setiap bulannya. Tidak ada catatan tunggakan.Kolektibilitas 2 (Dalam Perhatian Khusus / DPK): Debitur memiliki tunggakan pembayaran selama 1 hingga 90 hari.Kolektibilitas 3 (Kurang Lancar): Debitur menunggak pembayaran cicilan antara 91 sampai 120 hari.Kolektibilitas 4 (Diragukan): Debitur menunggak cicilan selama 121 hingga 180 hari.Kolektibilitas 5 (Macet): Debitur menunggak lebih dari 180 hari.Mengapa Ini Penting?Lembaga keuangan menggunakan tingkat kolektibilitas untuk mengukur risiko. Skor Kolektibilitas 1 (biasanya dikenal melalui rekam jejak SLIK OJK, dahulu dikenal sebagai BI Checking) mempermudah nasabah mendapatkan persetujuan untuk pengajuan pinjaman baru di masa depan. Sebaliknya, kolektibilitas yang buruk atau macet akan membuat pengajuan kredit ditolak oleh bank

Rabu, 10 Juni 2026

Tentang adjustment


 *Ayat jurnal penyesuaian* adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk mencatat transaksi yang belum tercatat atau mengoreksi saldo akun agar sesuai dengan prinsip akuntansi akrual.


Tujuannya biar laporan keuangan seperti laba rugi dan neraca itu mencerminkan kondisi yang sebenarnya di tanggal neraca, bukan cuma transaksi yang sudah ada bukti kas masuk/keluarnya.


Kenapa perlu dibuat?

Karena ada transaksi yang:

1. *Sudah terjadi tapi belum dicatat* - misal beban gaji karyawan yang belum dibayar sampai tanggal 31 Desember

2. *Sudah dicatat tapi alokasinya belum pas* - misal bayar sewa 1 tahun di muka, tapi yang jadi beban bulan ini baru 1/12 nya


5 jenis ayat jurnal penyesuaian yang paling sering:


1. *Beban yang masih harus dibayar*  

   Beban sudah terjadi tapi belum dibayar.  

   _Contoh:_ Gaji karyawan Desember Rp5.000.000 belum dibayar  

   *Debit:* Beban Gaji Rp5.000.000  

   *Kredit:* Utang Gaji Rp5.000.000


2. *Pendapatan yang masih harus diterima*  

   Pendapatan sudah jadi hak perusahaan tapi belum diterima uangnya.  

   _Contoh:_ Jasa yang sudah dikerjakan Rp2.000.000 belum ditagih  

   *Debit:* Piutang Pendapatan Jasa Rp2.000.000  

   *Kredit:* Pendapatan Jasa Rp2.000.000


3. *Beban dibayar di muka*  

   Bayar dulu, manfaatnya baru dinikmati bertahap.  

   _Contoh:_ Bayar asuransi 1 tahun Rp12.000.000 tgl 1 Juli. Sampai 31 Des, 6 bulan sudah jadi beban.  

   *Debit:* Beban Asuransi Rp6.000.000  

   *Kredit:* Asuransi Dibayar di Muka Rp6.000.000


4. *Pendapatan diterima di muka*  

   Terima uang dulu, kerjaannya nanti.  

   _Contoh:_ Terima sewa 6 bulan Rp6.000.000 tgl 1 Okt. Sampai 31 Des, 3 bulan sudah jadi pendapatan.  

   *Debit:* Sewa Diterima di Muka Rp3.000.000  

   *Kredit:* Pendapatan Sewa Rp3.000.000


5. *Penyusutan aset tetap & persediaan*  

   _Contoh:_ Penyusutan mesin Rp1.000.000 per bulan  

   *Debit:* Beban Penyusutan Rp1.000.000  

   *Kredit:* Akumulasi Penyusutan Rp1.000.000


Ayat jurnal penyesuaian ini dibuat sebelum menyusun *neraca saldo disesuaikan* dan laporan keuangan akhir periode.


Kamu lagi bikin jurnal penyesuaian untuk kasus apa? Kasih datanya, nanti aku bantu bikin jurnalnya.

Ikuti