SELAMAT DATANG DI WEB BLOG PKPRI BOJONEGORO JAWA TIMUR INDONESIA

Jumat, 31 Januari 2014

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN



Analisis laporan keuangan



Laporan keuangan adalah suatu catatan informasi keuangan dari suatu perusahaan, institusi, atau lembaga dalam suatu periode akuntansi yang dapat dijadikan acuan dalam menilai kinerja suatu perusahaan.
Analisis Laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan  biasanya meliputi:

1. Neraca (Balance sheet)

Neraca disebut juga posisi keuangan, berarti neraca berguna untuk menggambarkan posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu (a moment of time). Biasanya tanggal tertentu tersebut jatuh per 31 Desember. 
Posisi keuangan yang digambarkan adalah posisi harta, utang dan modal.

AKTIVA = KEWAJIBAN (UTANG) + MODAL

2. Laporan laba/rugi (Income Statement)

Pada dasarnya laporan laba rugi adalah laporan yang berisi tentang kemampuan atau kinerja perusahaan dalam memperoleh keuntungan pada suatu periode akuntansi. Unsur-unsur yang dijabarkan dalam laporan keuangan diantaranya unsur pendapatan dan beban-beban perusahaan yang nantinya akan menghasilkan laba atau rugi perusahaan.

3. Laporan arus kas (Cashflow)

Laporan arus kas menunjukkan adanya arus kas masuk dan arus kas keluar dari suatu perusahaan. Laporan arus kas disajikan selama periode tertentu dan diklasifikasikan sesuai dengan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan dengan cara yang paling tepat dengan bisnis perusahaan tersebut.

Tujuan analisa laporan keuangan

Laporan keuangan akan semakin berarti bagi pihak yang berkepentingan apabila telah diperbandingkan untuk 2 periode atau lebih dan telah dilakukan analisa lebih lajut untuk memperoleh data yang akan mendukung dalam pengambilan keputusan. 
Analisa laporan keuangan dilakukan dengan melakukan penelaahan, mempelajari hubungan, serta tendensi atau kecenderungan (trend) yang akan membantu dalam menentukan posisi keuangan perusahaan dan hasil operasi perusahaan.

Faktor utama yang memperoleh perhatian khusus dalam analisis adalah

1. Likuiditas

Memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya pada saat dilakukan penagihan. Likuid diartikan suatu perusahaan dapat membayarkan kewajibannya dengan tepat waktu. Sedangkan illikuid diartikan suatu perusahaan yang tidak bisa dengan segera membayar kewajibannya ketika dilakukan penagihan.

2. Solvabilitas

Ini menunjukan kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajibannya pada saat perusahaan dilikuidasi, baik dalam jangka pendek atau panjang. Istilah “solvabel” berarti perusahaan mampu memenuhi semua kewajibannya ketika dilikuidasi. Sedangkan “insovabel” berarti jumlah aktiva suatu perusahaan kurang dari atau lebih kecil dari jumlah hutangnya.

3. Rentabilitas atau profitability

Penggunaan aktiva yang diperuntukan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode tertentu. Untuk mengetahui rentabilitas dapat dilakukan dengan membandingkan antara laba dengan jumlah aktiva atau modal dalam suatu periode tertentu.

4. Stabilitas usaha

Menunjukkan kestabilan perusahaan dalam menjalankan usahanya, kestabilan ini dapat diukur dengan:

- Kemampuan dalam membayar beban bunga yang timbul karena utang perusahaan dan kemampuan perusahaan dalam melunasi utang tepat waktu.

- Kemampuan dalam membayarkan deviden tanpa adanya hambatan atau krisis keuangan perusahaan.


 Metode dan Teknik Analisa
 
Fungsi dari metode dan teknik analisa adalah untuk mengukur keterikatan atau hubungan akun-akun yang ada pada laporan, hal ini membantu mengetahui perubahan yang terjadi pada masing-masing akun apabila diperbandingkan dengan:

1. Laporan yang diperoleh dari beberapa periode (analisis historis)

2. Laporan keuangan yang telah dibudgetkan (analisa variance)

3. Laporan keuangan pada perusahaan lainnya (analisa rata-rata industri)

Setiap metode dan teknik analisa mempunyai tujuan untuk menyederhanakan data sehingga lebih mudah untuk dipahami.

Beberapa macam metode analisa:

1. Analisa Horisontal (analisa dinamis)

Metode ini menggunakan metode perbandingan laporan keuangan dalam beberapa periode, sehingga perkembangannya akan diketahui.

2. Analisa Vertikal (analisa statis)

Metode ini akan menghasilkan analisa dalam satu periode saja dan tidak mengetahui perkembangannya. Analisa ini akan memperbandingkan antar akun pada laporan keuangan, oleh sebab itu yang akan diketahui hanya keadaan keuangan dan hasil operasi ketika periode itu saja.

Berikut beberapa teknik analisa yang digunakan dalam analisis laporan keuangan:

1. Analisa perbandingan laporan keuangan

Analisa ini akan melakukan perbandingan laporan keuangan dalam dua periode atau lebih dengan cara menunjukkan:

- Data absolut (jumlah-jumlah satuan mata uang)

- Kenaikan dan penurunan pada satuan mata uang

- Kenaikan dan penurunan pada persentase

- Perbandingan yang dinyatakan dalam rasio

- Persentase total

Metode ini akan membantu dalam mengetahui perubahan yang terjadi dan perubahan mana yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

2. Trend atau Tendensi

Untuk mengetahui tentang kemajuan perusahaan dan tendensi posisi perusahaan yang dinyatakan dalam bentuk persentase atau trend percentage analysis, apakah posisi tendensi tetap, naik atau turun.

3. Analisa sumber dan penggunaan modal kerja

Digunakan untuk mengetahui sumber-sumber modal kerja, penggunaan dan perubahan modal kerja pada periode tertentu.

4. Laporan persentase per komponen (common size statement)

Berguna untuk mengetahui besarnya persentase investasi di masing-masing aktiva, mengetahui komposisi beban, struktur permodalan yang dikaitkan dengan jumlah penjualannya.

5. Analisa sumber dan penggunaan kas (cash flow statement analysis)

Matode analisa ini membantu mengetahui dari mana sumber-sumber dan uang kas digunakan, serta mengetahui perubahan dari jumlah uang kas pada periode tertentu.

6. Analisa Ratio

Dengan metode analisa ini akan mengetahui hubungan antara akun-akun tertentu pada neraca.

7. Analisa perubahan laba kotor (gross profit analysis)

Untuk mengetahui penyebab terjadinya perubahan laba kotor perusahaan dari satu periode ke periode berikutnya, atau perubahan laba kotor dalam periode tertentu dengan laba yang telah dibudgetkan dalam periode tersebut.

8. Analisa titik impas (break even point)

Berguna untuk menganalisa pencapaian tingkat penjualan supaya perusahaan tidak mengalami kerugian, namun juga tidak mendapatkan keuntungan. Analisa BEP akan mengetahui berbagai tingkat kerugian atau keuntungan dalam berbagai tingkat penjualan.

Bersambung. luk

Jumat, 18 Oktober 2013

Rompi oranye yang keren tapi tidak keren

Add caption
Seragam rompinya dari 3 orang tersebut diatas yaitu Andi Malaranggeng, yang tengah juga, dan yang pingir ketiga adalah Akil Mohtar.
Mereka sebetulnya tidak senang untuk memakai rompi orenge itu, namun karena harus terpaksa dipakai maka tentu mereka tidak bisa melepasnya. Bagaimana lagi, apakah keliatan tambah keren atau tambah gagah atau merasa kurang pas karena kedodoran atau kekecilan, ya entah hanya perasaan dirinyalah yang bisa merasakan. Namun sekilas pada wajah mereka tampak tersungging senyuman, dan yang Akil Muhtar juga tampak pede aja padahal biasanya Akil Muhtar tampak gagah dan wibawa jika memakai toga atau jubah kebesarannya dikala menjalankan sidang pada Mahkamah Konstitusi.

Kamis, 10 Oktober 2013

Peduli Mesir anti kudeta



GENERASI RABIA KIRIM SURAT KEPADA 100 PEMIMPIN DUNIA
Thursday, October 10, 2013 


Sekelompok pemuda Turki di Istanbul, yang menamakan dirinya “Generasi Rabia” mengirim 100 surat kepada 100 pemimpin dunia, termasuk Amerika Serikat, Rusia dan Cina, pada Rabu (9/10).

Surat itu untuk meningkatkan kesadaran terhadap penderitaan rakyat Mesir setelah kudeta militer terkenal yang menggulingkan presiden terpilih pertama Muhammad Mursi, Anadolu Agency melaporkan yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Generasi Rabia terkait dengan Platform Rabia Internasional, pengunjuk rasa malu para pemimpin dunia yang menutup mata terhadap kudeta di Mesir.

Abdulsamet Temel, Sekretaris Jenderal Aliansi Pemuda Masyarakat Sipil, membaca surat itu keras-keras di depan para wartawan.

Temel mengatakan tentara Mesir menggulingkan pemerintah dan Mursi yang dipilih pada 3 Juli, di papan demokrasi dan pemilihan umum yang adil.

Dia juga mengkritik para pemimpin dunia karena gagal untuk mengakui bahwa kudeta militer  Mesir sebagai “kudeta” dan memilih tetap diam.

Temel juga mengatakan tentara membubarkan paksa pengunjuk rasa pro-demokrasi yang menewaskan ratusan orang.

"Orang-orang Mesir hidup di bawah ketakutan dan kecemasan karena darurat militer selama 100 hari. Negara-negara Barat, intelektual dan wartawan yang memperjuangkan membela demokrasi menonton diam-diam pembantaian di Mesir," katanya.

Setelah protes, kelompok tersebut  memasuki kantor pos untuk mengirim surat yang ditulis dalam bahasa Turki, Inggris dan Arab. Program ini dipentaskan sebagai bagian dari 100 hari kudeta militer di Mesir.

Selain program ini, Platform Rabia berencana mengadakan demonstrasi global seperti pawai protes dan pameran foto.

Nama Platform Rabia diambil dari Rabia al-Adawiyya Square, di Mesir, lokasi bagi aksi duduk anti-kudeta yang dibubarkan paksa oleh tindakan keras militer Mesir pada 14 Agustus. (mina).

Pengurus dan Pengawas PKPRI keputusan RA 28 April 2013



SUSUNAN PENGURUS PKPRI  “KOPEN” BOJONEGORO
MASA BAKTI 2013 – 2016

KETUA                                : Drs. H. KADAR, MPd
WAKIL KETUA                   : H. ADIE WITJAKSONO, S.SOS, MSi
SEKRETARIS I                    :  Drs. H. WIDODO,
SEKRETARIS II                   :  Drs. H. SUKARDI, MPd.
BENDAHARA I                  :  JAYADI SIGIT HARTOYO, SPd. MM
BENDAHARA II                 : H.M. SUGIHARTO, SPd.
PLENO I                             : 
PLENO II                            :
PLENO III                           :

SUSUNAN PENGAWAS PKPRI “KOPEN”
1.     
             MATNUR HADI, SPd.                             Masa bakti : 2011  -  2013
2.       Drs. H. MULYONO                                 Masa bakti : 2012  -  2014
3.       MOH. HASYIM LUDFI, S.IP                  Masa bakti : 2013  - 2015  

Jumat, 28 Juni 2013

GEDUNG MAHKAMAH KONSTITUSI (MK)

UU KOPERASI NO.17 TH 2012 DIGUGAT KE MK



UU KOPERASI DIGUGAT, KEMENKOP PASRAH

(Ilustrasi)
JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM mempersilakan semua pihak yang ingin mengajukan judicial review atau uji materi atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang perkoperasian kepada Mahkamah Konstitusi (MK)."Kami persilakan pihak manapun untuk mengajukan permohonan uji materi kepada MK atas UU Perkoperasian yang baru, itu hak warga negara," kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram di Jakarta, Jumat.
Menurut dia uji materi terhadap UU tersebut justru akan berdampak baik karena semakin diuji suatu UU maka semakin baik pasal-pasal di dalamnya.
Ia berpendapat pada dasarnya UU Perkoperasian sudah merupakan kebutuhan paling mendasar dari koperasi dan masyarakat yang telah disesuaikan dengan kondisi saat ini hingga masa yang akan datang.
"Kami sendiri sangat yakin UU ini sudah berada pada jalur yang benar dan sama sekali tidak bertentangan dengan UUD 1945," katanya.
Pihaknya memantau sampai saat ini ada sejumlah pihak yang pernah dan sedang mengajukan gugatan uji materi kepada MK atas UU Perkoperasian.
Mereka di antaranya yang telah mendaftarkan nomor perkaranya dengan nomor register. 28/PUU-XI/2013 tanggal 1 Maret 2013 yakni Gabungan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (GKPRI) Provinsi Jawa Timur; Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD) Jawa Timur; Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur (Puskowanjati; Pusat Koperasi An-nisa¿ Jawa Timur; Pusat Koperasi BUEKA Assakinah Jawa Timur;  Gabungan Koperasi Susu Indonesia; Agung Haryono; dan Mulyono.

Pihak lain yang juga mengajukan uji materi dengan nomor register 47/PUU-XI/2013  tanggal 22 April 2013 yakni Perkumpulan Pancur Kasih; Koperasi Credit Union Sumber Kasih;  Koperasi Kredit Canaga Antutn; dan Koperasi Kredit Gemalaq Kemisiq.

Pemohon uji materi UU Perkoperasian dengan nomor register 60/PUU-XI/2013 tanggal 27 Mei 2013 yakni Yayasan Bina Desa Sadajiwa, Koperasi Karya Insani, Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga, Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK), Asosiasi Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW), Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Koperasi (LePPek),Wigatiningsih, Sri Agustin Trisnantari, Sabiq Mubarok, Maya Saphira, S.E., Chaerul Umam.
"Kesemuanya menggugat pasal-pasal yang hampir sama, hanya untuk koperasi di Kalbar menambahkan tidak setuju dengan adanya Dekopin,"
katanya.
Dalam perkembangannya, permohonan uji materi nomor 47/PUU-XI/2013 perihal pengujian UU Perkoperasian tentang Perkoperasian yang salah satunya diajukan oleh credit union (koperasi kredit) Provinsi Kalbar yang sidang awal dilaksanakan pada 22 Mei 2013 ternyata kini telah dinyatakan dicabut.
"Ternyata permohonan uji materi dimaksud telah dinyatakan dicabut
oleh pemohon, kami berterima kasih kepada Credit Union di Kalbar yang telah membatalkan permohonan untuk uji materi UU ini, ini bukti bahwa UU ini tidak bertentangan dengan UUD 1945," katanya.
Namun, meski telah ada pihak yang mencabut permohonan uji materi itu, tapi untuk dua pihak yang lain tetap masih diproses di MK.
"Pada 4 Juni 2013 rencananya akan ada sidang kembali. Tapi kami semakin yakin dengan pencabutan oleh salah satu pemohon ini bisa menjadi bahan pertimbangan bahwa UU ini sudah pada jalur yang benar," katanya.
Sejumlah pasal yang diajukan untuk diuji materi di antaranya pasal tentang definisi koperasi, pasal tentang pengurus yang diperbolehkan berasal dari non-anggota koperasi, sertifikat modal koperasi, peran pengawas, hingga jenis usaha koperasi.

Ikuti